Proses Burung Kacer Mabung, Ciri-Ciri dan Kapan Terjadinya

Proses burung Kacer mabung merupakan proses alami yang alami oleh semua burung, tidak hanya burung Kacer saja. Mabung merupakan proses pergantian bulu yang dialami pada masa-masa tertentu. Pada saat tersebut burung harus dirawat secara ekstra mulai dari tahap awal sampai selesai. Dengan begitu proses mabung dapat dilakukan secara maksimal dan burung dapat siap tampil di lapangan. Kacer sendiri merupakan salah satu jenis burung yang banyak diminati, terutama oleh masyarakat Indonesia. Banyak yang menjadi maniak burung Kacer karena suaranya yang terkenal keras ini.

Jika Anda memelihara burung Kacer, ketahuilah proses burung Kacer mabung. Dengan begitu, Anda dapat merawat burung Kacer Anda secara maksimal selama masa mabung. Berikut adalah ciri-ciri burung Kacer yang mengalami mabung:

  • Ciri utama proses mabung yaitu bulu-bulu kecil yang mulai berjatuhan, sebanyak 1 sampai 4 helai. Hal tersebut akan semakin parah keesokan harinya, bulu yang berjatuhan akan semakin banyak.
  • Ciri lain dari burung Kacer yang sedang mabung yaitu bulu-bulu burung Kacer tampak kusam. Warna bulunya yang hitam tidak mengkilap lagi sehingga kurang enak dipandang.
  • Ciri lainnya yaitu burung tidak bergairah lagi dan bahkan malas untuk bernyanyi.
  • Ciri-ciri terakhir burung Kacer sedang mabung yaitu matanya akan terlihat sayu dan tatapan matanya tampak kosong.

Itulah beberapa ciri-ciri proses burung Kacer mabung yang dapat Anda ketahui. Ketika burung Kacer Anda mengalami ciri-ciri tersebut maka burung Kacer Anda sedang mabung. Proses mabung tersebut dapat terjadi beberapa kali berdasarkan usianya. Namun Anda jangan bingung mengenai proses pergantian bulu ini. Untuk membantu Anda dalam memahami proses mabung dan cara perawatan burung Kacer mabung, simak uraian berikut:

  1. Usia 3 bulan pertama

Ketika burung Kacer masih piyik hingga usianya 3 bulan semenjak menetas, maka burung Kacer akan mengalami pergantian bulu. Namun pergantian bulu ini tidak disebut mabung, proses mabung hanya diberlakukan untuk burung Kacer yang sudah dewasa.

  1. Usia 6 bulan

Ketika burung Kacer berusia 6 bulan, proses burung Kacer mabung akan mulai terlihat. Burung Kacer akan mengalami pergantian bulu, saat inilah pergantian bulu disebut mabung. Bulu yang baru merupakan bulu dewasa yang akan digunakan untuk terbang.

  1. Setelah mabung pertama

Mabung atau pergantian bulu tersebut merupakan proses pertama yang dialami burung Kacer. Setelah proses burung Kacer mabung yang pertama, burung Kacer tidak akan mengalami mabung selama 6 hingga 8 bulan ke depan. Pada saat itulah burung Kacer ditampilkan atau dilombakan di lapangan.

  1. Usia 12 bulan

Ketika memasuki usia 12 sampai 15 bulan, burung Kacer akan mengalami mabung lagi. Pada saat burung Kacer mabung yang kedua ini, bulu yang rusak akan diganti dengan bulu yang baru. Setelah mabung kedua, burung Kacer siap untuk tarung dengan mental yang sangat bagus. Kicauannya juga indah dan memiliki stamina yang bagus, namun kembali lagi tergantung dari perawatan yang diberikan. Setelah mengetahui masa-masanya, lakukan cara merawat burung Kacer mabung yang benar.

Sukses tidaknya proses burung Kacer yang sedang mabung tergantung dari perawatan sang pemilik burung. Begitu juga hasil yang diberikan, apakah burung Kacer memiliki kicauan yang bagus atau tidak tergantung pada perawatannya. Tidak hanya berhenti pada mabung kedua saja, burung Kacer akan mabung lagi setelah 2 hingga 3 tahun kemudian. Jika Anda memiliki burung Kacer, ada baiknya jika Anda mengetahui usianya untuk memperhatikan pertumbuhannya. Akan lebih mudah bagi Anda merawat burung Kacer sesuai dengan usianya. Termasuk untuk mempersiapkan perawatan ketika proses burung Kacer mabung dimulai.

Alasan Bulu Kacer Rontok dan Tips Merawatnya

Bulu Kacer rontok adalah hal wajar terjadi, namun jika jumlah kerontokan berlebihan maka dapat menjadi ciri-ciri bahwa burung sedang mabung. Mabung adalah proses pergantian bulu yang dialami oleh semua burung, termasuk burung Kacer. Jadi sangat wajar bila burung Kacer mengalami pergantian bulu, terutama ketika sudah memasuki usia yang seharusnya. Biasanya burung Kacer akan mengalami mabung ketika usianya sudah memasuki 6 bulan. Proses mabung tersebut memakan waktu yang tidak sebentar dan dapat mempengaruhi sifat burung tersebut. Pasalnya, proses mabung ini memang merupakan proses pergantian bulu secara menyeluruh.

Bulu Kacer rontok secara berlebihan memang menjadi salah satu ciri bahwa burung Kacer tersebut sedang mabung. Namun selain ditandai dari kerontokan bulunya, burung Kacer yang sedang mabung memiliki ciri-ciri lain. Di antaranya yaitu memiliki tatapan yang tampak sayu dan tidak bergairah lagi. Burung Kacer yang biasanya gacor ketika mabung akan tampak lesu dan tidak gacor lagi. Burung Kacer yang biasanya agresif ketika mabung akan bermalas-malasan. Ketika bulu Kacer rontok terus, maka perhatikan juga sifatnya untuk mengetahui apakah burung tersebut mabung atau tidak.

Jika sudah diketahui bahwa kerontokan bulu tersebut merupakan ciri-ciri dari mabung maka perlakukan burung Kacer secara istimewa. Pada saat mabung, bulu Kacer rontok dalam jumlah yang banyak. Beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan di antaranya yaitu:

  1. Dimandikan

Burung Kacer yang mabung tidak boleh dimandikan karena dapat mempengaruhi kerontokan bulu tersebut. Bulu-bulu burung Kacer memang seharusnya rontok dan berganti dengan yang baru pada saat tertentu. Pada masa mabung, sebaiknya tunggu hingga bulu-bulu jarum mulai bermunculan jika ingin memandikannya. Jika Anda memandikannya seperti biasanya maka kerontokan bulu yang harusnya terjadi secara alami malah terganggu.

  1. Diberi makanan berprotein tinggi

Ketika burung Kacer mabung maka sangat disarankan untuk memberikan makanan ekstra. Terutama makanan-makanan yang disukai oleh burung Kacer, tentunya untuk menambah staminanya. Ketika mabung, burung Kacer akan tampak lesu dan tidak bergairah. Salah satu cara untuk menambah staminanya adalah dengan memberikan makanan ekstra. Namun perlu Anda ketahui, sebaiknya hindari memberikan makanan yang kaya akan protein. Protein yang berlebih akan menurunkan birahi burung Kacer. Berilah makanan yang kaya akan mineral dan juga gizi demi meningkatkan staminanya.

  1. Membiarkan kandang kotor

Beberapa orang berpendapat setelah bulu Kacer rontok, maka proses mabung sebaiknya tidak diganggu. Akibatnya kandang dibiarkan kotor agar tidak mengganggu proses mabung tersebut. Pada kenyataannya, kandang yang kotor akan menjadi sumber penyakit. Yang benar untuk merawat burung mabung yaitu dengan membersihkan kandang 2 kali dalam seminggu. Jangan mengganggu burung Kacer yang sedang mabung secara berlebihan, namun jangan membiarkannya tinggal di kandang yang kotor.

  1. Menjemur burung

Hal lain yang tidak boleh dilakukan ketika bulu Kacer rontok yaitu menjemurnya. Ketika burung Kacer mabung, hindari menjemur burung karena dapat mempengaruhi proses kerontokan bulunya. Tinggal di tempat yang dingin merupakan salah satu cara untuk mempercepat kerontokan bulunya tersebut. Untuk itu hindari menjemur burung agar bulu Kacer rontok secara maksimal dan tidak terganggu. Jika terpaksa ingin menjemurnya maka jemurlah sekitar 15 menit saja, jangan lebih.

Itulah beberapa hal yang harus Anda hindari dan lakukan ketika burung Kacer mulai mabung. Proses mabung akan memakan waktu yang cukup lama sehingga Anda juga harus memperhatikannya secara maksimal. Dengan perawatan yang tepat, burung Kacer Anda dapat tumbuh menjadi burung Kacer yang gacor. Demikian yang dapat disampaikan mengenai mengapa bulu Kacer rontok dan bagaimana cara perawatannya.

Tahapan Penangkaran Burung Kicau Kacer

Penangkaran kacer atau beternak burung kacer bukanlah hal mudah, karena dalam melakukannya memerlukan kesabaran yang tinggi apalagi bagi pemula. Burung kacer termasuk ke dalam jenis burung kicau yang banyak digemari pecinta burung. Dalam proses penangkarannya, tak sedikit orang yang gagal beternak burung ini. Selain itu, penangkaran burung kacer ini termasuk ke dalam prospek usaha yang cukup menggiurkan karena permintaan konsumen akan burung kacer ini yang kian hari kian meningkat. Tak hanya itu, pasalnya tingkat penjualan dari burung kacer ini bisa mengungguli penjualan murai batu yang juga populer di nusantara. Hal ini dikarenakan harga jual dari burung kacer ini sendiri lebih terjangkau.

kualitas anakan kacer

kualitas anakan kacer

Salah satu hambatan dalam beternak burung kacer ini adalah sulit dalam hal perjodohan. Selain itu, untuk menyukseskan penangkaran burung kacer ini Anda juga harus memperhatikan model sangkar kacer untuk burung kacer. Adapun salah satu model dari sangkar burung kacer yang tergolong lebih ekonomis, hemat dan juga praktis adalah sangkar gantung. Sangkar gantung sebenarnya tak hanya bisa digunakan untuk beternak burung kacer saja, melainkan juga burung lovebird, murai batu, kenari, anis merah, anis kembang dan lain-lain. Salah satu cara untuk memberikan kenyamanan saat beternak burung kacer ini adalah dengan sangkar gantung. Selain itu, Anda juga tidak harus selalu dengan mendesain sangkar burung dengan jenis breeding yang memiliki suasana asri, natural dan mirip seperti habitat yang aslinya.

Untuk membentuk kualitas anakan kacer yang bagus, Anda tentu harus memilih kualitas indukan yang juga bagus dengan ciri-ciri postur badan besar dan panjang, tidak mengalami kecacatan, gerakan burung yang energik dan gesit, dan rajin berkicau. Selain itu, dalam masa perjodohannya Anda harus memasukkan calon dari indukan kacer jantan pada kandang penangkaran. Kemudian masukan lagi calon indukan kacer betina pada sangkar harian kemudian tempelkan sangkar harian selalu pada kandang penangkaran. Kemudian masukan kandang atau sangkar harian tadi pada kandang penangkaran dan amati kedua calon indukan jantan dan betina tadi.

Setelah masa perjodohan, selanjutnya masuk ke tahap bertelur setelah kedua indukan tadi disatukan dan tidak begitu lama maka si betina akan bertelur. Pada burung kacer sendiri, biasanya dapat menghasilkan telur hingga sebanyak 3 butir. Pada saat bertelur ini, Anda harus menyediakan yang namanya tulang sotong untuk membantu proses pembuatan dari cangkang telur supaya tetap kuat. Setelah periode bertelur, selanjutnya masuk ke tahap pengeraman yang umumnya terjadi selama 14 hari ketika keluar telur pertama. Namun lamanya waktu ini terkadang bisa diikuti dengan ketelatenan sang induk burung beserta cuaca di sekitar. Jika Anda bisa melakukan penangkaran burung kacer ini dengan baik, maka Anda bisa menjual harga kacer anakan sesuai pasaran atau dengan harga yang cukup tinggi.