Beberapa Jenis Spesies Burung Kicau Murah Suara Merdu

Apa yang menarik dari burung kicau? Mungkin bagi orang awam, burung terlihat biasa saja dan tidak ada yang menarik. Tapi bagi para pecinta burung, suara merdu burung adalah satu daya tarik yang luar biasa. Burung kicau pun kini menjadi buruan para kolektor burung, baik untuk menghiasi rumah dengan suara-suara merdu mereka ataupun diikutsertakan dalam lomba. Ada beragam burung kicau, baik yang harganya selangit ataupun murah. Biarpun murah bukan berarti murahan. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai burung kicau murah suara merdu.

harga burung kicau 2014

Beberapa jenis burung kicau suara merdu

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk keberadaan berbagai jenis burung yang luar biasa banyaknya dengan keunikan tersendiri. Banyak jenis burung kicau yang berasal dari Indonesia. Bahkan banyak burung kicau murah suara merdu yang juga berasal dari Indonesia, dibandingkan burung kicau dari negara lain. Meskipun harganya terbilang murah, bukan berarti suara burungnya murahan dan tidak indah. Bahkan beberapa diantaranya menjadi favorit pecinta burung di dunia. Luar biasa bukan, kekayaan alam kita?

Nah, berikut ini adalah beberapa burung kicau suara merdu dengan harga murah yang bisa Anda pelihara di rumah. Diantaranya adalah:

  1. Cucak hijau

Salah satu jenis burung kicau merdu adalah cucak hijau. Cucak hijau atau cucak ijo berbeda duku dengan cucak rowo ataupun cucak yang lainnya. Nama ilmiah dari cucak hijau adalah Chloropsis Sonnerati. Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki bulu tubuh yang seluruhnya dominan berwarna hijau. Sebetulnya burung cucak hijau ini satu kerabat dengan burung cipoh. Burung kicau murah suara merdu yang satu ini banyak digandrungi oleh para pecinta burung. Burung yang satu ini memiliki ukuran tubuh sedang sekitar 22 cm. Warna hijau daun mendominasi tubuh burung, termasuk bagian ekor dan sayapnya. Sedangkan bagian tenggorokan dan pipinya berwarna hitam berkilau.

  1. Cucak Rowo

Jika sebelumnya disinggung mengenai burung kicau murah suara bagus cucak hijau, kini kita beralih pada jenis cucak yang lainnya. Burung kicau murah suara merdu selanjutnya adalah cucak rowo. Baik pecinta burung ataupun masyarakat awam pasti tak asing dengan nama burung yang satu ini karena namanya sempat terkenal melalui sebuah lagu dengan judul yang sama. Burung tersebut termasuk burung berukuran besar dengan panjang 28 cm, kepala pucat, kumis hitam mencolok. Punggungnya berwarna cokelat zaitun. Adapun keunikan lain burung ini adalah mahkota dan penutup telinga berwarna jingga jerami, sayap dan ekor cokelat kehijauan, sedangkan bagian dagu dan tenggorokan berwarna putih. Dadanya berwarna abu-abu.

  1. Kacer

Burung kicau murah berkualitas tak bisa lepas dari kacer. Kacer merupakan burung paling favorit bagi pecinta burung, terutama di area lomba kicau burung. Suaranya yang gacor menjadi daya pikat. Namun hati-hati saja kalau sampai mbagong, jika sedang asyik-asyiknya ditampilkan dalam sebuah pertunjukkan ekornya akan ngebyak-ngebyak, dadanya pun membusung. Alhasil pemilik burung pun down. Namun kacer mbagong tetap bisa di atasi. Jika perawatan terhadap kacer benar, suaranya bisa jadi paling gacor.

  1. Cendet

Cendet merupakan salah satu burung kicau murah suara merdu. Burung ini merupakan burung predator yang memiliki suara isian yang baik. Banyak orang berpikir bahwa merawat burung yang satu ini sulit padahal sebenarnya tidak. Merawat burung yang satu ini sama mudahnya merawat burung kicau lainnya. Cendet bisa menirukan suara burung lainnya sehingga banyak orang menganggapnya sebagai burung cerdas. Sayangnya, cendet masih kurang diminati padahal harganya tak lebih dari harga burung kutilang.

Sebenarnya masih banyak lagi burung kicau murah suara merdu lainnya. Jika Anda masih bingung dan butuh banyak referensi jenis burung kicau, bisa Anda mendatangi langsung pasar burung atau bertanya pada ahlinya, atau orang-orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia burung kicau.

5 Hal Yang Harus Dihindari Ketika Masa Mabung

Proses ganti bulu (mabung) dapat dikatakan merupakan masa rehat bagi burung kicau. Selama proses ini, aktivitas burung akan dikurangi termasuk dalam hal berkicau. Penanganan yang salah untuk burung mabung bisa mengakibatkan berbagai masalah. Oleh sebab itu, perlu adanya solusi tepat bagi burung kicau pada saat menjalani masa mabungnya. Berikut ini adalah lima hal yang perlu dihindari ketika burung mengalami mabung.

 

Tips Agar Kacer Rajin Bunyi dan Gacor Pasca Masa Mabung

kacer mabung

Ketika proses mabung berlangsung, burung tersebut layaknya kehilangan identitas karena bulu indah kebanggaannya hilang atau rontok satu demi satu. Bagi sebagian jenis burung kicau yang memiliki kebiasaan merapikan bulu-bulunya akan merasa sangat tersiksa karena tidak bisa melakukanya lagi.

Hilangnya bulu yang dimiliki selama proses mabung juga akan sangat mempengaruhi sifat fisiologisnya, hal ini disebabkan tubuhnya nyaris tak berbusana alias bugil, sehingga akan mudah terjangkit penyakit apabila kita salah dalam memperlakukan atau merawat burung kicau tersebut.

alih alih proses mabung merupakan masa yang paling menyiksa, maka perawatannya pun juga kudu tepat sehingga burung kicau tersebut mampu menempuh masa mabungnya dengan sukses tak terkendala suatu apapun, sampai nantinya tumbuh bulu-bulu baru yang kuat, rapi, dan berkilauan.

Namun fakta dilapangan, masih banyak penghobi burung kicau yang mengacuhkan kondisi tersebut. Ketika proses mabung berlangsung, burung tetap dilatih agar rajin berbunyi atau diforsir melakukan aktivitas lain, parahnya sampai diikutkan perlombaan. Alhasil, burung mengalami penurunan kondisi psikis akibat proses mabung yang terganggu atau tidak lancar.

bulu rontok mabung

bulu rontok mabung

Untuk sedikit referensi, berikut ini hal-hal yang perlu dihindari ketika burung kicau kesayangan anda mengalami proses mabung, serta bagaimana solusi yang tepat untuk proses penanganannya.

1. Pastikan anda tidak memandikan burung kicau yang sedang proses mabung

Ada sebuah pendapat bahwa ketika proses mabung, burung harus rutin dimandikan. Hal ini salah. Memandikan burung baru boleh dilakukan nanti pada saat burung telah menyelesaikan masa mabungnya, dan terlihat tunas-tunas bulu baru yang sedang tumbuh. Jadi bukan pada saat burung sedang meluruhkan / merontokkan bulu-bulunya.

Apa yang terjadi jika burung yang sedang merontokkan bulu-bulunya dimandikan setiap hari? Satu yang pasti yaitu adalah proses mabungnya akan terhambat.

2. Hindari proses penjemuran burung pada saat sedang mabung

Pendapat yang lain yang berkembang adalah burung kicau yang sedang mabung tetap boleh dijemur. Kesalahan yang fatal jika anda melakukannya. Kenapa? Karena burung tidak membutuhkan panas matahari ketika sedang meluruhkan bulu-bulunya.

Alangkah baiknya jika burung yang sedang mabung diamankan di lokasi yang kering atau sedikit lembab, karena kelembaban bisa membantu burung dalam menjatuhkan bulu-bulu lamanya.

Proses yang satu ini hendaknya menjadi perhatian khusus. Apabila anda tetap memaksakan untuk dijemur, kemungkinan besar akan mengakibatkan pertumbuhan bulu kurang sempurna, bahkan bisa saja mengalami kelainan atau abnormal, di mana bulu baru menjadi kering, cepat rusak, bulu terbalik atau melintir (kering). Padahal, idealnya, bulu-bulu baru harus rapi, bersih, dan mengkilap.

 

mengatasi kacer mabung

mengatasi kacer mabung

3. Minimalkan kicauan burung saat mabung

Anggapan lain yang justru salah adalah membiarkan burung tetap berkicau. Bukannya sigap tetapi sebagian penghobi burung kicau malah bangga kalau melihat burung kesayangan berkicau padahal tahu kalau sedang mengalami proses mabung. Parahnya ia tetap memberikan perawatan harian, bukan perawatan khusus mabung.

Hal inilah yang akan menghambat proses mabung yaitu membiarkan, atau bahkan mendorong burung tetap berkicau pada saat mabung. Akibatnya, bulu tidak bisa ambrol total, tetapi meluruh sedikit demi sedikit dan dalam waktu yang cukup lama dari waktu seharusnya.

Hal kontradiksi pada saat proses mabung adalah burung harus dikondiskan supaya ngedrop, sehigga burung akan lebih fokus untuk menyelesaikan masa mabungnya. Jika dibiarkan terus birahi selama mabung, masa mabung akan berkepanjangan. Sama halnya bila burung yang tetap dilombakan dalam kondisi mabung. Akibatnya sebagian besar bulu halus belum ambrol karena terlalu dipaksakan birahi.

Sebenarnya jika kita mau bersabar dan mau menunggu, burung kicau akan kembali pada performa ciamik sekitar 1-2 bulan setelah masa mabungnya rampung. Lebih menguntungkannya lagi, burung kicau akan lebih bisa berprestasi, bahkan dalam waktu yang lama.

4. Hindari memberikan jenis makanan yang memiliki dengan kadar protein terlalu tinggi

Pemberian makanan dengan kadar protein 16-20% sudah cukup untuk burung yang sedang mabung. Namun apabila proteinnya terlalu tinggi, misalnya lebih dari 30%, burung kicau akan mudah birahi, tetap rajin berkicau, sehingga secara tidak langsung pasti akan menghambat proses mabungnya. Jenis pakan yang memiliki kadar protein yang terlalu tinggi seperti jangkrik, ulat hongkong, dan kroto sebaiknya dikurangi atau dihentikan dulu selama masa mabung.

Apabila sebelumnya sudah terbiasa makan voer, kandungan gizi dalam voer sudah cukup untuk menyuplai nutrisi pokok seperti protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, dan energi metabolis, dalam komposisi serasi-seimbang. Hanya vitamin dan mineral yang mungkin perlu lebih diperhatikan.

Cara Membuat Makanan Tambahan Kenari yang Bergizi Pasca Mabung

kenari mabung

5. Proses kerodong jangan dilakukan terus menerus

Mengapa kerodong jangan dilakukan terus menerus? Padahal mengerodong burung selama mabung adalah wajib dilakukan? Hal ini benar jika kondisi memang mengharuskan demikian, misalnya saat terjadi perubahan suhu atau gangguan cuaca. Dalam kondisi sangkar full kerodong, burung juga bisa keracunan gas ammonia. Oleh karena itu tetap ada waktu di mana kerodong sesekali dibuka. Bahkan pada saat dikerodong, Anda juga harus memperhatikan kebersihan sangkar. Jangan sampai terjadi penumpukan kotoran burung yang mengandung gas ammonia itu tadi.

Sebagai alternatif dalam mengkerodong, tambahkan kulit jeruk, atau bahan lain, yang diletakkan di dasar sangkar. Hal ini diyakini bisa membantu mempercepat proses rontok bulu. Cara lainnya secara berkala bagian luar kerodong disemprot air hingga sedikit basah. Ini terutama penting dilakukan ketika cuaca sedang panas. Sehingga suasana di dalam sangkar tetap lembab. Kenapa begitu? Karena kondisi lembab akan mempercepat proses pergantian bulu. Kemudian apabila proses mabung telah usai dan bulu-bulu baru mulai tumbuh, kerodong boleh dibuka kembali.

Demikianlah beberapa hal atau informasi yang perlu dihindari ketika burung kicau sedang mengalami proses mabung, agar proses tersebut berjalan lancar dan berlangsung dalam waktu yang semestinya.

Tips Merawat Burung Trucuk Berkicau

Pecinta burung kicau pasti tidak asing dengan burung trucuk. Jenis burung kicauan ini memang masih mudah sekali kita dapati di alam liar. Trucuk memiliki cirri khas suara yang merdu, bahkan ada yang mengistilahkan kalau suara kicau trucuk mirip dengan suara burung cucak rowo. Jenis burung ini masuk dalam klasifikasi burung merbah. Kita bisa mendapati jenis burung ini didaerah sekitar tropis yang banyak menyediakan alam hijau, buah-buah dan serangga. Karena burung ini memang memakan jenis makanan tersebut. Trucukan sangat gemar memakan buah pisang, pepaya serta jenis buah lain yang memiliki daging buah lunak.

Tips Merawat Burung Trucuk Berkicau

burung trucuk yang indah

Suara burung trucuk yang indah menjadikan banyak orang yang tertarik untuk memeliharanya. Selain untuk didengarkan suaranya, trucuk juga kadang dijadikan untuk master atau isian untuk jenis kicau ropel. Merawat burung trucuk juga sangat mudah. Bahkan jika burung trucuk tersebut baru saja ditangkap dari alam liar, burung tersebut akan cepat beradaptasi. Terlebih jika burung tersebut sudah mau makan di dalam sangkar, sehingga kemungkinan burung tersebut tetap hidup akan lebih besar. Sebab ada beberapa jenis burung yang cepat mati jika baru saja ditangkap dari alam liar. Setelah itu, Anda hanya tinggal merawatnya secara rutin. Sedangkan cara yang tepat dalam merawat trucuk cepat berkicau adalah sebagai berikut:

Memandikan burung trucuk

Tips Merawat Burung Trucuk Berkicau

Memandikan burung trucuk

Pada semua burung peliharaan, memandikan burung harus selalu rutin dilakukan setiap hari, terutama pada saat pagi hari setelah matahari terbit, antara rentang waktu jam 9-10 pagi. Sambil memandikan burung, sebagian kotoran burung juga dibersihkan supaya tidak menjadi sarang penyakit. Burung trucuk yang rutin dimandikan akan terjaga mood dan terhindar dari stress. Dengan demikian, kicau trucukan akan terdengar karena trucukan yang mengalami stres justru akan selalu diam dan bulunya rontok. Setelah memandikan dan menjemur selesai, lanjutkan dengan proses pemberian nutrisi alami.

Pemberian makanan

Tips Merawat Burung Trucuk Berkicau

Pemberian makanan burung trucukan

Burung trucuk yang sudah mau makan foor atau makanan buatan, maka tidak terlalu membutuhkan nutrisi tambahan. Sebab jenis makanan buatan tersebut sudah memenuhi takaran kebutuhan nutrisi untuk burung. Kita tinggal menambahkan nutrisi alami seperti pemberian serangga jangkrik. Pemberian makanan tambahan tersebut sebaiknya setelah trucukan dimandikan. Berikan kurang lebih 3-4 ekor jangkrik untuk memenuhi kebutuhan protein trucukan jantan dan betina. Pemberian nutrisi yang tepat tersebut bertujuan untuk menjaga kesuburan dan merawat bulu. Cara ini merupakan perawatan sehari-hari supaya trucuk gacor atau sering berkicau.

Terakhir adalah melatih burung dengan mendengarkan kicauan trucuk atau ditambah kicauan jenis burung lain. Semakin sering burung mendengarkan kicauan yang diputar melalui media music, trucukan akan menirukannya. Sebab, burung ini termasuk jenis burung yang mudah menirukan ocehan burung lainnya. Demikianlah cara merawat burung trucuk sering berkicau secara alami.

Tips Perawatan Burung Sirtu Agar Cepat Gacor

Bagi pecinta burung, tentunya familiar juga dengan yang namanya burung sirtu. Suara kicauan burung ini terbilang begitu khas, jika Anda mendengar suaranya, maka akan berbunyi “cipoooowww….”. Di tiap-tiap daerah sendiri burung ini memiliki beragam nama panggilan, seperti burung cito, diku, cipow, cipoh, sirtu dan lain sebagainya. Bentuk dari burung ini hampir serupa dengan burung kacer mini, namun warnanya saja yang berbeda, jika burung decu memiliki warna gelap atau hitam, sedangkan cipow memiliki variasi warna putih di sekitar sayap dengan warna burung kuning kehijauan. Biasanya, cipow ini berada di sekitar area hutan tropis, yang memiliki sarang di cabang pepohonan rendah yang berada di hutan.

Tips Perawatan Burung Sirtu Agar Cepat Gacor

Burung sirtu

Burung sirtu sendiri biasanya tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan hingga Asia Tenggara. Burung cipow ini termasuk ke dalam sejenis burung pemakan buah-buahan dan serangga. Cipow terkadang sulit dibedakan antara burung jantan maupun betinanya. Sekedar informasi ada beberapa ciri-ciri burung jantan maupun betina untuk Anda semua. Ciri-ciri burung cipow jantan adalah suara kicauan burung memiliki banyak variasi, memiliki warna yang tajam dan kontras dibagian bulunya, tubuhnya berukuran sedikit panjang, lidah bagian dalam memiliki warna hitam dan kepalanya agak ceper. Sedangkan ciri-ciri burung cipow betina adalah bentuk kepalanya yang sedikit bulat, tubuhnya berukuran lebih pendek, kicauan burung terdengar monoton, bulunya memiliki warna hijau yang kurang cerah dengan warna putih kekuningan dibagian dalam lidahnya. Adapun harga sirtu bakalan biasanya berkisar antara Rp. 100.000-Rp.200.000. Meskipun begitu, sirtu termasuk burung yang juga laris di pasaran karena suara kicauannya yang khas.

Cara Merawat Burung Sirtu

Tips Perawatan Burung Sirtu Agar Cepat Gacor

burung cipow hutan

Cara merawat burung cipow ini sebenarnya hampir sama dengan cara merawat burung lainnya, namun Anda juga harus menyesuaikannya dengan karakter maupun sifat yang dimiliki oleh burung cipow tersebut. Bagi burung cipow hutan, sebagai proses penjinakan sang burung Anda harus memandikannya sedikit lebih sering tentunya harus disesuaikan dengan cuaca. Apabila Anda memiliki burung sirtu yang sedikit lebih jinak, maka Anda bisa mengurangi frekuensi mandinya dengan mandi sehari sekali. Anda juga bisa memberikan EF dan voer setiap 1 sdt di pagi dan sore hari secara rutin dan teratur setiap hari. Anda juga bisa merangsang kicauan burung agar lebih cepat berbunyi dengan memberikan ulat sebanyak 5 ekor di pagi dan sore hari, dan 2 ekor jangkrik pada pagi dan sore hari.

Perawatan Sirtu Agar Cepat Gacor (Berkicau)

Sebenarnya, burung cipow ini juga terbilang mudah berbunyi yang pasti Anda harus pandai-pandai memilih burung yang berkualitas. Nah, bagi Anda yang ingin membuat burung cipow lebih cepat berbunyi ikuti tips berikut ini:

Tips Perawatan Burung Sirtu Agar Cepat Gacor

burung cipow lebih cepat berbunyi

  1. Keluarkan burung di pagi hari saat sudah mulai agak terang kira-kira setelah subuh, embunkan burung sampai sinar matahari keluar.
  2. Lalu, mandikan burung sirtu menggunakan spray atau alat semprot hingga basah secukupnya saja, karena burung biasanya akan mandi sendiri setelahnya. Kalau bisa, Anda bisa menyiapkan tempat mandi untuk cipow agar mandi sendiri.
  3. Setelah itu, jemur cipow dengan secukupnya dan sediakan air minum saja di dalam kandang/sangkarnya.
  4. Angkat dan taruh cipow setelah setengah jam di tempat teduh.
  5. Beri makan burung cipow dengan memberinya buah-buahan.
  6. Lalu beri cipow ulat yang berwarna putih sebanyak 2-3 ekor (ulat hongkong). Anda juga bisa memberinya semacam serangga, seperti jangkrik kecil.
  7. Biarkan burung hingga menjelang sore, setelah itu mandikan.
  8. Anda bisa menikmati kicauan cipow setelah ia dimandikan, lalu dijemur dan juga diteduhkan.
  9. Anda bisa menyandingkan kicauan cipow yang Anda miliki dengan burung cipow yang sudah menjadi jawara.

Nah, itulah berbagai macam tips perawatan burung sirtu agar cepat gacor untuk pecinta burung cipow ini. Semoga bermanfaat!

Tips Merawat Burung Pleci Agar Cepat Gacor

Siapa yang tak kenal dengan burung berkacamata yang satu ini? Ya, burung pleci memiliki ciri khas lingkaran putih yang ada di sekitar matanya seperti kacamata. Pleci memiliki ukuran tubuh yang sangat mungil dan imut. Pleci juga kini menjadi incaran para pecinta burung di berbagai pelosok daerah di Indonesia. Burung yang merupakan family Zosterops ini merupakan burung dengan jumlah kelompok terbesar dengan marga burung berkacamata. Jika Anda sering melewati kios-kios burung, maka Anda akan sering melihat burung ini yang dijajakan di sangkarnya masing-masing.

Tips Merawat Burung Pleci Agar Cepat Gacor!

burung pleci

Sebagai burung kicauan yang menjadi idola para pecintanya, burung pleci ini termasuk burung yang berharga mahal. Namun, agar Anda mendapatkan kualitas gacor pleci yang tinggi Anda harus pintar memilih jenis burung ini. Seperti dari ciri fisiknya, Anda harus memilih pleci yang memiliki bentuk kacamata yang tebal dan berbadan kecil. Kicau pleci bisa bersuara dengan lebih kencang, kondisi ini biasa di sebut dengan buka paruh. Pada burung pleci, peningkatan level suara burung ini hampir mirip dengan peningkatan level suara burung yang lainnya yang mula-mula mengeluarkan suara ngeriwik halus kemudian ngeriwik kasar. Setelah itu, baru buka paruh yang disertai ngalas atau ngeroll.

Tips Merawat Burung Pleci Agar Cepat Gacor!

Cara membuat pleci gacor

Cara membuat pleci gacor sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit, apalagi saat ini Anda bisa memanfaatkan media digital sebagai pengganti burung master untuk disandingkan. Namun, ada beberapa tips untuk Anda untuk mendapatkan pleci yang mudah gacor. Nah, inilah beberapa tips merawat pleci agar cepat gacor:

  • Memilih pleci yang berjenis kelamin jantan, bukan betina
  • Burung pleci harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tetap sehat
  • Anda harus menyandingkan minimal sebanyak 2-3 ekor burung yang sama agar pleci mau membuka paruhnya dan berkicau
  • Sering mengajak pleci untuk berjalan-jalan ke luar rumah

Cara Merawat Pleci Agar Cepat Gacor

Tips Merawat Burung Pleci Agar Cepat Gacor!

perawatan yang benar agar pleci cepat gacor

Adapun perawatan yang benar agar pleci cepat gacor ini adalah sebagai berikut:

  1. Anda harus rutin membersihkan sarangnya setelah pleci selesai dimandikan dan dijemur.
  2. Anda harus menyandingkan suara masteran dengan burung-burung kenari, mozambik, gereja dan lain sebagainya.
  3. Rajin memberi burung pleci nutrisi yang tepat dari buah-buahan ataupun sejenis serangga, serta voer.
  4. Buat sarang pleci yang sedang, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
  5. Sering membawa pleci ke tempat yang ramai agar mudah beradaptasi
  6. Rajin memandikan dan menjemur pleci setiap hari agar terjaga kondisi kesehatannya
  7. Hindari untuk menyandingkan pleci dengan sesamanya, yang justru bisa membuat pleci tidak ingin berkicau.

Nah, itulah tips merawat burung pleci agar cepat gacor! Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda para pembaca yang hobi mengoleksi burung, terutama pleci.