Ini Dia Burung Kicau Jenis Baru yang Wajib Anda Tahu

Burung kini sudah menjadi komoditas dagang yang menguntungkan seiring semakin banyaknya pecinta burung, terutama di kalangan anak muda. Mereka saling berlomba memelihara burung, baik untuk dijadikan penyejuk telinga di rumah ataupun memang sengaja diadukan dalam pertandingan kicau burung. Nah, ngomong-ngomong soal burung kicau, ada berbagai jenis yang bisa Anda pelihara. Bahkan spesies burung kicau jenis baru pun bermunculan. Keberadaan mereka memang sengaja diteliti oleh para ilmuwan. Uniknya salah satu spesies tersebut juga berasal dari Indonesia.

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk burung kicau jenis baru. Sebelumnya, sudah ada banyak jenis burung kicau merdu yang dipelihara masyarakat umum. Seperti cucak rowo, pendet, lovebird, jalak dan sebagainya. Mereka termasuk jenis burung yang banyak dipelihara dan dimanfaatkan dalam pertandingan kicau burung. Kemunculan spesies baru ini pun menambah khasanah dunia hewan di dunia dan membuka mata masyarakat dunia bahwa ala mini begitu luas dengan beragam hewan yang indah.

Burung adalah hewan yang begitu indah dipandang dan merdu untuk didengarkan suaranya. Bagi Anda pecinta burung, perlu Anda ketahui beberapa burung kicau jenis baru sebagai wawasan. Beberapa diantaranya langka sehingga tidak bisa dipelihara begitu saja.

  1. Sikatan Sulawesi (Muschicpa Shodi)
Burung Sikatan, Si Mastering Murai Batu Yang Berumur Pendek

burung sikatan

Tadi kita sempat menyinggung tentang jenis burung kicau ukuran kecil baru dari Indonesia. Inilah Sikatan Sulawesi. Ukurannya begitu mungil, yakni hanya 12-14 cm dengan berat  12,5 gr. Sejak kemunculannya pertama kali di Sulawesi, burung ini diperkirakan merupakan jenis burung sikatan sebelumnya yaitu sikatan burik. Namun setelah diadakan penelitian, ternyata burung ini merupakan jenis baru. Warnanya kecokelatan pada bagian atas dan putih dengan bercak abu-abu pada tubuhnya.

  1. The Criptic Treehunter

Burung kicau jenis baru yang satu ini berasal dari seberang benua, Amerika, tepatnya Brazil. Burung yang satu ini terbilang besar ukurannya dengan panjang tubuh 22 cm, ukuran ekornya lebih dari sepertiga panjang tubuhnya dan beratnya mencapai 48 gr. Criptic Treehunter merupakan jenis burung kicau langka karena hanya ditemukan di dua wilayah di Brazil sehingga burung ini dilindungi. Semakin hari burung yang satu ini semakin langka dan jumlahnya menjadi semakin sedikit.

  1. Bahian Mouse Colored Topoculo dari Brazil

 

The Cryptic Treehunter

The Cryptic Treehunter

Sebuah temuan spesies baru ditemukan di Mata Atlantic Brazil. Burung tersebut merupakan burung yang langka dan bahkan terancam punah. Burung kicau yang satu ini teramat sangat langka sehingga tak bisa dipelihara. Lagi pula Anda hanya bisa menemukannya di Brazil. Ia memiliki ukuran panjang 12 cm dengan berat 15 gr. Anda akan sulit melihatnya karena ia hidup dengan bersembunyi di hutan yang masih gelap dan rapat. Warna burungnya pun unik, mirip warna bulu tikus.

  1. Wakatobi Flowerpacker

Satu lagi burung kicau jenis baru dari Indonesia, Wakatobi Flowerpacker.  Lagi-lagi Sulawesi menyimpan kekayaan alam yang luar biasa dengan menghadirkan spesies baru. Mulanya spesies yang satu ini diperkirakan hasil kawin silang dengan kerabat dekatnya. Namun ternyata tidak. Hingga saat ini spesies tersebut diyakini oleh para peneliti merupakan spesies endemik Wakatobi. Kita patut bersyukur hidup di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati.

  1. Elachuridae

Spesies yang satu ini merupakan spesies baru yang banyak ditemukan di Nepal, India, China, Bangladesh, Vietnam, Laos, Myanmar, Butan. Sehingga tak heran jika mereka memiliki julukan keluarga baru burung Asia. Burung tersebut merupakan burung penyendiri sehingga masyarakat sekitar jarang melihat sosoknya tapi sering mendengar suaranya.

Menarik bukan burung kicau jenis baru yang telah dipaparkan di atas. Brazil dan Indonesia memang dikenal sebagai wilayah yang banyak didiami spesies burung langka, khususnya Sulawesi untuk wilayah Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Luntur Sumatera : Burung Kicau Endemik Sumatera yang Dilindungi

Luntur Sumatera merupakan burung kicau endemik Sumatera, berbeda dengan burung endemik pulau Jawa. Burung Luntur Sumatera memiliki nama latin Apalharpactes Mackloti, penampilannya memang mirip dengan burung endemik Jawa. Burung endemik Jawa sendiri memiliki nama latin Apalharpactes Reinwardtii. Sebelumnya kedua spesies burung ini dianggap sama, namun saat ini sudah dianggap berbeda. Spesies burung ini termasuk burung yang dilindungi di Indonesia karena terancam punah. Burung kicau ini juga memiliki beberapa sebutan nama, diantaranya yaitu Sumatran Trogon, Red-billed Trogon dan Blue-Tail Trogon.

Luntur Sumatera yang cantik dan menarik

Luntur Sumatera yang cantik dan menarik

Burung Kicau Endemik Sumatera Cantik dan Menarik

Jika Anda perhatikan, penampilan burung kicau endemik Sumatera memang sekilas tampak mirip dengan Luntur Jawa. Hanya saja, burung Luntur Sumatera memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil, ukurannya yaitu sekitar 30 cm. Untuk yang jantan, burung Luntur Sumatera memiliki tunggir yang berwarna merah tua. Sementara di bagian atas punggung dan sayapnya berwarna hijau kebiruan, tampak cantik dan unik. Untuk bagian punggung bawahnya, burung ini memiliki bulu yang berwarna abu-abu. Ada pula bercak kuning yang terdapat di tenggorokan dan juga perut, bird Sumatra ini memang kaya akan warna.

Perhatikan juga pada bagian kaki, paruh dan juga sayapnya, tampak lebih pendek dibanding burung lain. Sementara itu, pada ekornya tampak lebar dan cukup panjang, namun burung ini memiliki paruh cantik berwarna merah. Burung Luntur Sumatera merupakan burung kicau endemik Sumatera dengan suara kicau yang khas. Suaranya terdengar serak dan terdengar cukup keras, sayangnya burung ini cukup sulit untuk ditemui. Burung Luntur Sumatera sering ditemukan hinggap tegak di ranting yang datar dan di tempat yang teduh. Kemudian burung bersiul dengan suaranya yang serak khas dan keras tersebut.

burung luintur jawa selain cantik juga memliki suara yang memukau

burung luintur jawa selain cantik juga memliki suara yang memukau

Hewan langka di Pulau Sumatera ini memang tidak hanya memiliki penampilan yang cantik saja, tetapi suara yang memukau. Suaranya yang khas tersebut tentu menjadi daya tarik dari burung endemik Sumatera yang satu ini. Ditambah lagi dengan penampilannya yang cantik dan kaya akan warna, sangat wajar jika burung ini perlu dilindungi. Terlebih lagi banyak penangkapan liar yang dapat merusak habitat burung yang satu ini. Uniknya, burung kicau endemik Sumatera ini sering mengeluarkan suara gaduh ketika berpindah tenggerkan. Suara tersebut merupakan suara kepakan sayapnya, terdengar sangat keras.

Untuk makanannya sendiri, burung yang memiliki nama latin Apalharpactes Mackloti ini menyukai jenis serangga. Beberapa jenis serangga yang menjadi makanannya yaitu kumbang dan juga belalang. Selain itu, burung ini juga memakan buah-buahan dan juga terkadang memakan ulat. Bahkan jika menemukan kadal berukuran kecil, burung kicau endemik Sumatera ini juga dapat memakannya. Burung Luntur Sumatera memiliki persebaran di sepanjang pegunungan Sumatera. Di mulai dari Aceh, kemudian lanjut ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi sampai Bengkulu. Untuk daerah Jambi, burung ini hanya tersebar di bagian baratnya saja.

Birds Sumatra memang banyak, namun Luntur Sumatera merupakan burung Sumatera yang unik dan juga langka. Burung ini juga tersebar dibagian barat Lampung dan juga Sumatera Selatan. Habitat burung Luntur Sumatera yaitu hutan hujan tropis pegunungan, kisaran ketinggiannya yaitu 1000 hingga 2500 meter diatas permukaan laut. Populasi burung ini tidak diketahui secara pasti, tetapi diyakini cukup stabil. Sampai saat ini burung ini masih dilabeli dengan risiko rendah mengalami kepunahan. Namun burung ini tetap menjadi burung yang dilindungi demi mempertahankan keberlangsungan burung kicau endemik Sumatera ini.

Inilah Ciri Khas Burung Kicau Jenis Petarung

Bagi penghobi burung kicau jenis petarung, maka kegiatan apa saja yang berhubungan dengan burungnya akan terasa menyenangkan. Mulai dari merawatnya dengan memberi pakan, minum, menjemur, memandikan, sampai ketika pertarungan tiba. Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis burung kicau petarung, seperti lovebird, perkutut, dan cucak rowo.

Burung petarung

Jalak jenis burung petarung

Masing-masing jenis burung tersebut pun memiliki ciri khas yang berbeda, baik ciri secara fisik maupun secara psikis, misalnya makanan yang disukai dan cara perawatan. Nah, sebelum membahas lebih jauh tentang ciri khas burung kicau jenis petarung, ada baiknya terlebih dahulu mengenal beberapa jenis burung tersebut secara umum.

Burung Kicau Jenis Petarung Yang Banyak Disukai

Bagi yang menyukai burung kicau jenis petarung, seringkali mereka tidak hanya memelihara satu jenis burung saja, tetapi sampai dua, tiga, atau lebih jenis burung. Mereka harus telaten dalam merawatnya, karena untuk beberapa jenis burung tertentu jika perawatannya baik, maka akan menghasilkan kicauan yang merdu. Sebaliknya, perawatan yang tidak tepat akan menjadikan burung lunglai dan suaranya tidak maksimal.

Nah, berikut ini telah kami rangkumkan beberapa burung kicau petarung yang mungkin bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin memelihara jenis kicau petarung.

  1. Lovebird atau burung cinta

Motifnya yang warna-warni dan cantik menjadikan burung kicau yang satu ini banyak digemari. Lovebird memang mempunyai warna yang bervariasi dengan paruhnya yang bengkok sehingga menjadikan burung ini unik. Setiap orang yang memandang akan mengatakan jika burung kicau lovebird ini cantik, bahkan orang awam sekalipun. Di balik warnanya yang cantik, tersimpan pula suara emas. Burung lovebird dapat berkicau selama 3 menit tanpa jeda. Adapun burung ini menyukai makanan biji-bijian seperti padi, jagung, jewawut, dan kacang hijau.

Lovebird petarung

Lovebird burung petarung

  1. Burung perkutut

Di Indonesia banyak burung perkutut lokal. Burung kicau jenis petarung perkutut ini memiliki dominasi warna cokelat dengan ekor yang panjang. Di kepala terdapat warna abu-abu dan di bagian belakang kepala berwarna kecokelatan. Suara burung perkutut dinilai mampu membawa suasana yang teduh dan santai. Sama seperti lovebird, burung perkutut menyukai biji-bijian.

Perkutut lokal

Perkutut lokal

  1. Cucak

Burung kicau jenis petarung selanjutnya adalah burung cucak. Nah, untuk burung cucak sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu cucak rowo, cucak rowo jenggot, dan cucak rowo hijau. Burung cucak rowo adalah salah satu jenis burung kicau yang paling mahal di Indonesia. Suaranya yang menggema menjadikan burung ini unik dan mendapatkan tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Jika dilihat sepintas dari warnanya, memang burung ini kurang menarik. Namun suaranya dapat memikat siapa saja yang mendengarnya. Untuk makanan, burung cucak rowo menyukai buah-buahan seperti pisang dan pepaya.

  1. Cucak jenggot

Banyak terdapat kontes untuk burung cucak jenggot yang diadakan di kota-kota besar. Burung ini mempunyai suara kekekan yang khas. Sebenarnya untuk masalah warna hampir sama dengan burung cucak rowo, yaitu kurang menarik. Namun ia mempunyai kelebihan dari segi suara. Bahkan menjadikan burung ini sebagai jajaran burung kicau paling mahal.

  1. Cucak ijo

Burung ini mempunyai warna hijau sesuai dengan namanya, dengan paruh berwarna hitam. Warna hijaunya sangat menarik, sehingga ia mempunyai dua daya tarik, yaitu dari warnanya dan dari suaranya. Sebagai burung kicau petarung, burung ini dipatok dengan sangat mahal. Kebiasaan hidupnya adalah berada di pohon-pohon yang tinggi. 

Cucak ijo cak jenggot

Cucak ijo rowo

Nah, bagi Anda yang ingin memelihara salah satu dari yang telah disebutkan diatas sebagai burung petarung, ada baiknya pertimbangkan dari segi kemampuan Anda dalam merawatnya. Demikianlah informasi mengenai burung kicau jenis petarung yang bisa kami informasikan untuk Anda.

Semoga bermanfaat. 

Emprit Jepang dan Parkit, Bisakah Disilangkan?

Emprit Jepang dan Parkit adalah dua jenis burung yang berbeda. Emprit Jepang, atau sering pula disebut dengan Society Finch, merupakan salah satu burung jenis Finsch yang saat ini sedang naik daun. Burung ini bentuk tubuhnya cukup mungil dan gerakannya sangat lincah. Pesonanya terlihat jelas pada saat burung mungil ini berkicau dengan merdunya. Selain itu, burung jenis finch ini warna bulunya sangat unik.

Tips penangkaran emprit jepang dengan mengetahui jenis pakan dan masa produksinya

emprit jepang

Emprit Jepang dan Parkit termasuk dua jenis burung yang saat ini digilai oleh para penggemar burung. Di Indonesia, Emprit Jepang bukan hanya disukai karena merdu kicauannya dan keindahan warna bulunya. Burung ini sering dimanfaatkan menjadi induk asuh atau baby sitter, yaitu untuk mengerami telur dari burung lain yang tidak mau mengerami dan merawat anakannya, seperti burung zebra finch, blackthroat, gould amadine, bahkan termasuk kenari. Hal ini disebabkan karena burung jenis ini sangat penyayang, bersedia merawat anakan dari burung lain seperti merawat anaknya sendiri. Inilah yang dimanfaatkan para penangkar. Mereka menitipkan anakan dari burung-burung mahal untuk dierami dan diasuh induk Emprit Jepang.

Sedangkan burung parkit merupakan burung kecil yang termasuk ke dalam keluarga Parrot Bird, yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama burung Nuri. Burung ini termasuk ke dalam golongan burung yang sangat cerdas. Mereka juga termasuk jenis burung sosial yang suka berkoloni. Mereka akan merasa lebih nyaman jika berada dalam kesatuan kawanan besar. Di sisi ini terdapat persamaan dengan Emprit Jepang. Emprit Jepang juga dikenal dengan nama Society Finch. Burung ini juga lebih suka hidup berkoloni. Bahkan saat berkembang biak, mereka juga berkoloni. Namun, apakah persamaan dari Emprit Jepang dan Parkit ini bisa menjamin keberhasilan jika mereka disilangkan?

burung parkit unik

burung parkit unik

Burung Parkit termasuk ke dalam golongan hewan monogami. Mereka mempunyai kemiripan dengan burung Merpati yang memiliki kecenderungan hanya memilih satu pasangan untuk seumur hidup mereka. Pada saat kawin, sperma akan berpindah dari tubuh Parkit jantan ke Parkit betina hanya melalui penempelan bagian kloaka. Proses ini sangat cepat berlangsungnya, hanya dalam waktu sekian detik. Dengan sifatnya yang monogami, mungkinkah persilangan antara Emprit Jepang dan Parkit bisa terjadi? Sampai saat ini belum banyak referensi yang membahas mengenai persilangan Parkit dengan Emprit Jepang.

Beberapa penangkar pernah mencoba menyilangkan Parkit dengan burung lainnya, seperti kenari dan lovebird dan hasilnya cukup memuaskan, walaupun untuk persilangan Parkit dan Lovebird masih banyak yang meragukan kebenarannya. Untuk bisa mendapatkan hasil persilangan tersebut, para penangkar tersebut harus memelihara Parkit dan Lovebird bersama-sama sejak kecil di kandang yang sama. Saat usia Parkit dan Lovebird menginjak dua bulan, mereka ditempatkan di kandang yang sama. Setelah dewasa dan mereka melakukan proses kawin, akan dihasilkan anakan persilangan tersebut. Jika persilangan antara kedua burung tersebut berhasil dilakukan, akankah persilangan antara Emprit Jepang dan Parkit juga berhasil?

Jika Anda ingin mencoba membuat persilangan Emprit Jepang dengan Parkit, mungkin Anda bisa mencontoh apa yang dilakukan para penangkar tersebut, yaitu menyatukan mereka dalam satu kandang sejak usia dini. Dengan melihat keistimewaan Emprit jepang yang mampu mengerami dan mengasuh anak yang baik, Anda bisa mencoba indukan Emprit Jepang untuk betinanya dan parkit sebagai pejantannya. Memang belum banyak yang membahas mengenai persilangan dua jenis burung tersebut. Namun tak ada salahnya jika Anda ingin mencoba peruntungan Anda. Demikianlah ulasan mengenai Emprit Jepang dan Parkit dan kemungkinan untuk menyilangkan dua jenis burung berkicau ini. Semoga bermanfaat

Lama Proses Mabung Burung Kicau dan Tips Untuk Merawatnya

Lama proses mabung burung kicau berbeda-beda, tergantung dari jenis burung tersebut. Proses mabung merupakan proses pergantian bulu yang akan dialami oleh semua jenis burung kicauan tanpa terkecuali. Satu demi satu bulu-bulu tersebut akan rontok, kemudian tumbuh dengan tunas bulu baru yang lebih baik. Setiap jenis burung kicauan mempunyai waktu yang berbeda dalam siklus mabung ini. Misalnya pada burung kenari akan mengalami proses tersebut selama empat sampai enam minggu, burung love bird rata-rata selama dua sampai tiga mingguan, kemudian lama proses mabung burung pleci umumnya selama tiga sampai empat minggu. Tetapi untuk rata-rata proses mabung biasanya selama empat hingga enam minggu.

burung kicau mabung

burung mabung prenjak

Selain itu, ada juga proses mabung yang cukup lama dengan jangka waktu tujuh sampai sembilan bulan. Tetapi ini hanya berlaku pada burung kakatua. Bagi Anda pecinta burung berkicau, lama proses mabung burung kicau juga bisa dipercepat dengan cara-cara tertentu. Keberhasilan untuk mempercepat proses mabung tergantung juga bagaimana cara Anda menanganinya. Sebenarnya ada kelebihan dan kekurangannya dalam mabung ini. Kelebihannya adalah jika berhasil melalui proses ini maka otomatis bulu burung tersebut akan tampak lebih bagus, kuat dan mengkilap. Selain itu, kemampuan kicau burung akan semakin meningkat dan mental burung juga tambah kuat. Ini biasa terjadi pada burung kicauan yang mengalami masa mabung pertama kalinya.

Proses mabung pada burung merupakan proses yang sangat penting. Apabila proses mabung ini gagal atau tak sesuai dengan harapan, maka tampilan bulu akan sangat jelek dan tumbuh dengan tidak teratur, serta mental burung pun semakin kendur. Disamping itu, kicauan burung yang tadinya sangat bagus dan bisa menirukan berbagai suara burung lain tiba-tiba hanya berkicau monoton, burung yang tadinya sangat gacor tiba-tiba menjadi macet, dan yang lebih mengkhawatirkan adalah burung menjadi stres kemudian mati. Jika sampai terjadi seperti hal-hal tersebut di atas maka lama proses mabung burung kicau yang sudah terjalani akan terbuang sia-sia.

mengatasi kacer mabung

mengatasi kacer mabung

Lama proses mabung burung kicau berbeda-beda, tergantung kondisi lingkungan dan daya tahan tubuh dari burung tersebut. Dengan berbagai permasalahan yang timbul ketika proses tersebut berlangsung, maka Anda harus lebih memahami bagaimana cara perawatannya untuk tetap menjaga kondisi burung kicauan kesayangan tetap fit walaupun sedang mengalami proses tersebut. Pastikan Anda memberikan makanan yang bergizi tinggi selama proses mabung, terutama menjaga agar kebutuhan asupan protein tercukupi.

Ada beberapa tips untuk merawat burung yang sedang mabung. Yang pertama, jangan memandikan dan menjemur burung. Anda jangan sekali-kali memandikan ataupun menjemur burung yang sedang mabung. Memandikan burung kicau yang sedang mengalami masa mabung malah akan memperlambat proses mabung burung dan tumbuhnya bulu baru. Lebih baik Anda biarkan dahulu sampai proses mabung benar-benar berakhir dan barulah memandikannya. Walaupun memandikan burung merupakan salah satu perawatan rutin, tetapi sangat dianjurkan agar tidak melakukannya sewaktu burung masih melewati masa mabung. Lama proses mabung burung kicau memang berbeda-beda, jadi Anda harus bersabar dalam merawatnya.

 

Cara Membuat Makanan Tambahan Kenari yang Bergizi Pasca Mabung

kenari mabung

Kemudian perawatan rutin lainnya yang tak boleh dilakukan adalah menjemur. Sekalipun menjemur banyak memberi manfaat bagi burung, namun dengan kondisi burung yang seperti itu justru membahayakan bagi proses mabung. Sebaiknya Anda menyimpan burung yang sedang dalam proses mabung di tempat yang kering namun agak lembab, karena kelembaban dapat membantu burung untuk merontokkan bulu-bulu lamanya. Apabila dipaksakan untuk dijemur bisa berakibat fatal, yaitu dapat menyebabkan tunas-tunas bulu yang baru tumbuh menjadi tidak sehat, sehingga bulu yang terhasilkan juga tidak secantik yang diharapkan. Demikianlah ulasan mengenai lama proses mabung burung kicau dan cara merawatnya. Semoga bermanfaat.