Inilah Ciri Khas Burung Kicau Jenis Petarung

Bagi penghobi burung kicau jenis petarung, maka kegiatan apa saja yang berhubungan dengan burungnya akan terasa menyenangkan. Mulai dari merawatnya dengan memberi pakan, minum, menjemur, memandikan, sampai ketika pertarungan tiba. Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis burung kicau petarung, seperti lovebird, perkutut, dan cucak rowo.

Burung petarung

Jalak jenis burung petarung

Masing-masing jenis burung tersebut pun memiliki ciri khas yang berbeda, baik ciri secara fisik maupun secara psikis, misalnya makanan yang disukai dan cara perawatan. Nah, sebelum membahas lebih jauh tentang ciri khas burung kicau jenis petarung, ada baiknya terlebih dahulu mengenal beberapa jenis burung tersebut secara umum.

Burung Kicau Jenis Petarung Yang Banyak Disukai

Bagi yang menyukai burung kicau jenis petarung, seringkali mereka tidak hanya memelihara satu jenis burung saja, tetapi sampai dua, tiga, atau lebih jenis burung. Mereka harus telaten dalam merawatnya, karena untuk beberapa jenis burung tertentu jika perawatannya baik, maka akan menghasilkan kicauan yang merdu. Sebaliknya, perawatan yang tidak tepat akan menjadikan burung lunglai dan suaranya tidak maksimal.

Nah, berikut ini telah kami rangkumkan beberapa burung kicau petarung yang mungkin bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin memelihara jenis kicau petarung.

  1. Lovebird atau burung cinta

Motifnya yang warna-warni dan cantik menjadikan burung kicau yang satu ini banyak digemari. Lovebird memang mempunyai warna yang bervariasi dengan paruhnya yang bengkok sehingga menjadikan burung ini unik. Setiap orang yang memandang akan mengatakan jika burung kicau lovebird ini cantik, bahkan orang awam sekalipun. Di balik warnanya yang cantik, tersimpan pula suara emas. Burung lovebird dapat berkicau selama 3 menit tanpa jeda. Adapun burung ini menyukai makanan biji-bijian seperti padi, jagung, jewawut, dan kacang hijau.

Lovebird petarung

Lovebird burung petarung

  1. Burung perkutut

Di Indonesia banyak burung perkutut lokal. Burung kicau jenis petarung perkutut ini memiliki dominasi warna cokelat dengan ekor yang panjang. Di kepala terdapat warna abu-abu dan di bagian belakang kepala berwarna kecokelatan. Suara burung perkutut dinilai mampu membawa suasana yang teduh dan santai. Sama seperti lovebird, burung perkutut menyukai biji-bijian.

Perkutut lokal

Perkutut lokal

  1. Cucak

Burung kicau jenis petarung selanjutnya adalah burung cucak. Nah, untuk burung cucak sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu cucak rowo, cucak rowo jenggot, dan cucak rowo hijau. Burung cucak rowo adalah salah satu jenis burung kicau yang paling mahal di Indonesia. Suaranya yang menggema menjadikan burung ini unik dan mendapatkan tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Jika dilihat sepintas dari warnanya, memang burung ini kurang menarik. Namun suaranya dapat memikat siapa saja yang mendengarnya. Untuk makanan, burung cucak rowo menyukai buah-buahan seperti pisang dan pepaya.

  1. Cucak jenggot

Banyak terdapat kontes untuk burung cucak jenggot yang diadakan di kota-kota besar. Burung ini mempunyai suara kekekan yang khas. Sebenarnya untuk masalah warna hampir sama dengan burung cucak rowo, yaitu kurang menarik. Namun ia mempunyai kelebihan dari segi suara. Bahkan menjadikan burung ini sebagai jajaran burung kicau paling mahal.

  1. Cucak ijo

Burung ini mempunyai warna hijau sesuai dengan namanya, dengan paruh berwarna hitam. Warna hijaunya sangat menarik, sehingga ia mempunyai dua daya tarik, yaitu dari warnanya dan dari suaranya. Sebagai burung kicau petarung, burung ini dipatok dengan sangat mahal. Kebiasaan hidupnya adalah berada di pohon-pohon yang tinggi. 

Cucak ijo cak jenggot

Cucak ijo rowo

Nah, bagi Anda yang ingin memelihara salah satu dari yang telah disebutkan diatas sebagai burung petarung, ada baiknya pertimbangkan dari segi kemampuan Anda dalam merawatnya. Demikianlah informasi mengenai burung kicau jenis petarung yang bisa kami informasikan untuk Anda.

Semoga bermanfaat. 

Tips Mudah Merawat Perkutut Agar Rajin Manggung

Bagi Anda yang mengaku sebagai pecinta burung kicau, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan burung Perkutut. Burung yang satu ini merupakan salah satu burung yang termasuk sebagai burung berkicau. Hanya saja peminat burung yang satu ini tidak terlalu banyak seperti burung-burung lainnya. Ini karena burung Perkutut memiliki kicauan yang monoton dan datar. Walaupun begitu, burung ini masih menjadi pilihan bagi orang-orang Jawa. Pasalnya, banyak mitos yang beredar mengenai pemeliharaan burung Perkutut.

Burung Perkutut dan Kualitas Suaranya

burung perkutut

Mitos yang beredar yaitu burung Perkutut dapat membawa rezeki, memberikan kesehatan serta menjaga kedamaian rumah. Mitos-mitos inilah yang membuat burung Perkutut tetap menjadi incaran orang Jawa. Walaupun peminatnya tidak sebanyak burung lain, namun peminat burung Perkutut tidaklah sedikit. Umumnya, pemilik burung Perkutut melakukan perawatan khusus untuk mendengar kicau perkutut yang gacor. Baik untuk burung Perkutut lokal ataupun burung Perkutut Bangkok. Bagi Anda yang memiliki burung Perkutut, berikut ini ada beberapa tips merawat burung Perkutut. Dengan perawatan berikut ini Anda dapat melatih burung Perkutut agar memiliki suara juara.

Ini dia tips merawat burung Perkutut:

  • Pilih burung Perkutut jantan

Tips yang pertama adalah dengan memilih burung Perkutut jantan. Pasalnya jenis kelamin sangat menentukan suara gacor burung tersebut. Untuk membedakan antara yang betina dan jantan, cukup perhatikan sumpit kerapatan kaki. Jika burung Perkutut jantan umumnya memiliki jarak sumpit kaki kurang lebih 1 cm. Sedangkan burung Perkutut betina sumpitnya sangat renggang. Selain itu, burung Perkutut jantan memiliki postur besar dan tegak serta ekor yang menyatu.

  • Mandikan secara teratur

Tips yang selanjutnya yaitu dengan memandikan burung Perkutut secara teratur dan rutin. Gunakan semprotan dengan spray yang lembut atau halus. Untuk hasil yang memuaskan, Anda dapat memanfaatkan air beras dan daun sirih. Caranya yaitu campur air beras dan daun sirih, gunakan untuk memandikan burung Perkutut secara rutin.

  • Jemur setiap hari

Tips agar suara perkutut juara selanjutnya adalah dengan menjemur burung Perkutut setiap hari. Jangan menjemurnya terlalu lama, cukup jemur dari jam 7 sampai jam 9 pagi. Hal ini dapat membuat burung Perkutut tahan panas.

  • Berikan makan yang cukup

Dalam merawat burung Perkutut, hal yang sangat penting untuk Anda lakukan adalah memberi makanan. Makanan untuk burung Perkutut diantaranya yaitu rumput, biji-bijian dan padi-padian. Anda dapat memberikan makanan dengan protein yang cukup tinggi. Beberapa makanan yang dapat Anda berikan untuk burung Perkutut Anda yaitu jagung, beras merah ataupun produk makanan burung Perkutut buatan pabrik.

Itulah tips mudah merawat burung Perkutut agar dapat memiliki suara gacor dan tumbuh sehat. Dengan perawatan tersebut burung Perkutut Anda tidak akan mudah sakit serta dapat memiliki suara yang gacor. Lakukan perawatan tersebut secara rutin agar burung Perkutut Anda memiliki suara juara dan rajin manggung. Cukup mudah bukan cara merawat perkutut tersebut.

Burung Perkutut dan Kualitas Suaranya

Kicauan burung perkutut yang memiliki kualitas tentu harus memenuhi beberapa unsur penilaian, meliputi kicauan depan atau angkatan, kemudian kicauan tengah. Selain itu juga diakhiri dengan akhiran yang sering disebut tengkung. Jika burung tersebut memiliki kualitas suara yang baik akan menghasilkan irama yang merdu. Jika Anda pecinta burung ini, tentu sudah tahu seperti apa ketukan suara dan akhirannya. Tapi yang lebih utama dalam menilai kualitas suara adalah berapa jumlah ketukan atau tengkungan yang dihasilkan. Hal ini juga akan memiliki perbedaan jika dilihat dari jenis burung tersebut, sebab perkutut memiliki jenis bervariatif dengan hasil suara yang berbeda-beda.

Burung Perkutut dan Kualitas Suaranya

burung perkutut

Jenis burung perkutut lokal juga memiliki keistimewaan. Sayangnya untuk jenis ini masih sedikit penggemarnya. Padahal jika perkutut lokal dirawat dengan baik bisa menghasilkan suara perkutut lokal yang merdu. Bahkan juga berkembang kepercayaan yang tumbuh di masyarakat bahwa siapa yang memelihara perkutut akan membawa hoki bagi pemiliknya. Beberapa diantaranya seperti membawa suasana damai dalam keluarga, melancarkan rizki serta terhindar dari penyakit. Semakin baik kualitas suara dari perkutut lokal dipercaya akan semakin baik pula hoki pemiliknya. Namun itu hanya sekedar mitos, sedangkan yang dicari adalah kualitas lengkungan suara perkutut.

Berbeda lagi dengan jenis burung perkutut turanggan. Jenis ini merupakan jenis perkutut yang memiliki kualitas suara paling lengkap. Memiliki nama ilmiah Geopelia Striata sebagai salah satu burung asli Indonesia. Perkutut katuranggan banyak dijumpai di daerah hutan dataran rendah dan perbukitan. Para pecinta perkutut memberi istilah katuranggan berbeda-beda berdasarkan daerah habitat asli, misalnya katuranggan Sumatra, katuranggan Kalimantan dan sebagainya. Perkutut katuranggan lebih jinak dibanding dengan perkutut lokal lainnya, maka tidak heran jika spesies ini kadang bisa kita jumpai masuk ke pekarangan tempat tinggal yang dekat dengan hutan atau bukit hijau. Suara perkutut katuranggan tidak jauh berbeda dengan jenis perkutut lokal.

Jika Anda tertarik untuk membudidayakan perkutut, maka perkutut katuranggan merupakan perkutut yang paling tepat. Dibanding perkutut lokal, katuranggan lebih mudah di ternak dan bertelur. Sedangkan perkutut lokal merupakan perkutut yang sudah lama ditangkap dan dipelihara, sehingga lebih sulit bertelur. Cara merawat perkutut untuk beternak lebih mudah, kita cukup membersihkan kadang dan memberi makan burung serta member sedikit nutrisi untuk meningkatkan sel telur burung perkutut. Setelah itu, tinggal menunggu masa bertelur, kemudian memilih pejantan yang berkualitas.

Demikianlah beberapa informasi tentang burung yang memiliki tingkat kualitas suara klasik, sebab burung ini lebih disukai oleh kalangan tua dibanding kalangan muda. Semoga informasi singkat ini bisa menambah referensi Anda tentang hobi perkutut dengan berbagai jenisnya. Burung perkutut ini juga memiliki nilai jual yang tinggi jika sudah memiliki suara kualitas lomba, maka Anda bisa mendapatkan nilai lebih dari sebuah hobi perkutut.

Pesona Perkutut Australia Rasa Perkutut Lokal Jawa

Salah satu hewan asli negeri Australia, geopelia humeralis atau biasa disebut perkutut Australia ini banyak digemari disana. Sayangnya jumlah burung tersebut tidak mudah ditemukan. Burung perkutut Australia termasuk burung yang dilindungi oleh National Parks and Wildlief Act 1974. Burung yang termasuk dalam keluarga merpati ini, juga memiliki ukuran yang bervariasi antara 26-30 cm. Suaranya pun merdu dan tidak kalah dengan perkutut lokal Indonesia. Persebarannya hampir di seluruh benua australia, baik di wilayah timur, selatan, papua nugini, maupun di wilayah Indonesia.

Selain memiliki ukuran tubuh yang lumayan besar, burung perkutut Australia juga berekor panjang. Sementara itu bentuk dada yang seperti berpalang sekilas juga mirip dengan perkutut lokal jawa. Konon dahulu beberapa peneliti tentang burung perkutut sempat kebingungan membedakan burung perkutut Australia dengan burung dekukur. Corak tubuh yang nyaris sama, lingkaran mata yang juga berwarna abu-abu serta corak sayap identik kotak-kotak coklat. Tengkuknya pun sama-sama memiliki bintik bintik hitam putih. Sedikit yang membedakan adalah warna merah kecoklatan saat perkutut piyik bertumbuh kembang dan mulai memudar ketika dewasa.

Pesona Perkutut Australia Rasa Perkutut Lokal Jawa

perkutut australia

Jenis pakan perkutut australia

Tanah lapang berumput pendek di pinggiran hutan rimba adalah tempat favorit burung perkutut Australia mencari makan. Selain itu juga, untuk kebutuhan cairan tubuh, burung ini kerap ditemukan sedang minum disungai sekitar hutan rimba. Namun kadang di habitat aslinya, perkutut Australia juga memakan serangga dan alang-alang sebagai camilan. Hal yang bertolak belakang ketika menemukan burung ini di tempat penangkaran taman nasional. Untuk kebutuhan gizi yang jelas, disana burung tersebut lebih sering diberikan biji-bijian untuk jenis pakannya.

Masa reproduksi perkutut australia

Masa reproduksi perkutut Australia biasanya terjadi pada bulan September sampai dengan bulan January untuk Australia bagian selatan. Sementara di Australia bagian utara terjadi pada bulan February sampai dengan bulan April. Perkutut Australia membentuk sarang berbentuk cawan datar dari ranting pohon dikombinasikan dengan rerumputan dan dibangun diatas pohon. Selain itu juga banyak ditemukan sarang perkutut Australia di semak-semak pohon hutan bakau. Dan biasanya sarang tersebut berisi tidak lebih dua butir telur berwarna putih mengkilap nan bulat.

Dua butir telur tersebut oleh perkutut australia betina dierami selama 13 – 14 hari. Sebenarnya untuk masalah eram mengeram, baik jantan dan betina akan mengerami secara bergantian. Siang untuk waktu si jantan dan malam untuk waktu si betina. Bahkan juga ketika tiba masa telur akan menetas, keduanya kompak sama-sama mengerami telurnya. Perkutut piyik yang berumur 1 minggu sudah memiliki bulu yang lengkap. Dan ketika sudah berumur 2 minggu perkutut piyik sudah mulai belajar terbang dan keluar dari sarangnya. Untuk kebutuhan asupan gizi anakan yang berumur 2 minggu tersebut, induk perkutut melolohnya dengan cara memuntahkan pakan di paruh anaknya sampai bisa makan sendiri.

Pesona Perkutut Australia Rasa Perkutut Lokal Jawa

perkutut anakan

Pasaran Perkutut Australia

Di Jawa dan Bali banyak ditemukan burung ini di pasar-pasar burung dalam jumlah yang banyak secara ombyongan atau dikandang. Bahkan kebanyakan burung perkutut Australia yang digelar disini adalah hasil penangkaran. Namun, di lain waktu, burung-burung ini sudah tak terlihat lagi di pasar burung. Hal ini merupakan bukti inkonsistensi produksi burung perkutut Australia di pasaran Indonesia. Selain jumlah produksi yang belum lancar, jumlah penangkar pun relatif terbatas. Disinilah uang mengalir. Penangkaran burung perkutut Australia menjadi celah peluang bisnis untuk dikembangkan. Bagi anda hobi perkutut yang berminat menangkar perkutut Australia inilah waktunya.

Semoga bermanfaat.

Perbedaan Ciri Perkutut Bangkok dan Keistimewaan Perkutut Lokal

Selamat pagi para pecinta burung kicau, bagaimana kabar anda hari ini? Sudahkah anda memberi pakan dan memandikan burung kicau kesayangan? Semoga anda tidak lupa merawat burung kesayangan anda ya. Apakah anda tahu tentang burung perkutut? Ciri-ciri burung perkutut Bangkok itu seperti apa sih? Burung perkutut dengan nama latin Geopelia striata adalah burung yang memiliki corak warna yang lurik-lurik. Jenis burung yang termasuk dalam suku Columbidae, burung perkutut ini sering dijumpai dihutan-hutan daerah dataran rendah.

Di Indonesia jenis perkutut cukuplah beragam. Ada jenis perkutut Jawa, perkutut Sumatra, perkutut Nusa Tenggara, dan perkutut Bali yang dibedakan berdasarkan wilayah persebarannya. Untuk pulau Jawa sendiri, perkutut masih dikelompokan lagi berdasarkan daerah penghasil burung perkutut berkualitas seperti perkutut Tuban, perkutut Madura, perkutut Pajajaran dan perkutut Mataram. Sesuai habitatnya, burung perkutut berkembangbiak secara berpasangan. Burung perkutut merupakan jenis burung yang suka mencari makanan diatas permukaan tanah. Burung perkutut termasuk jinak. Hal ini dibuktikan dengan tak mudah terganggu oleh kehadiran manusia. Oleh karena itu sobat burung kicau bisa mendekat beberapa meter untuk melihat lebih jelas ketika burung ini sedang mencari makan atau minum. Namun sebaliknya, jika kehadiran anda dianggap sebuah ancaman maka dengan cepat burung ini akan terbang.

Perbedaan Ciri Perkutut Bangkok dan Keistimewaan Perkutut Lokal

perkutut lokal

Keistimewaan Burung Perkutut Lokal

Untuk perkembangbiakannya, dalam setahun, burung perkutut hanya 3 kali bertelur, yaitu antara bulan januari sampai bulan september. Saat tiba musimnya berkembangbiak, sepasang burung perkutut akan berjibaku membangun sarang. Bentuk sarangnya pun tipis dan agak datar dilapisi dengan daun dan serabut halus atau rerumputan kering. Peletakkan sarangnya pun tidak jauh dari permukaan tanah atau juga terkadang di semak-semak. Setelah beberapa hari sang betina pun bertelur, jumlahnya sekitar 2-3 telur setiap kali bertelur. Telur dierami selama dua minggu baik oleh perkutut jantan ataupun yang betina secara bergantian. Masa pengeraman pun berlanjut setelah telur menetas selama kurang lebih 2 minggu. Hal yang mendasari adalah anak perkutut yang baru menetas masih membutuhkan kehangatan.

Ada salah satu keajaiban alam yang terjadi dalam masa tumbuh kembang perkutut. Anak perkutut yang baru saja menetas dan belum bisa membuka matanya akan secara naluriah mengarahkan paruhnya ke mulut induknya. Dan anak perkutut akan memasukkan kepalanya kedalam tenggorokkan induknya yang akan mengeluarkan atau memuntahkan cairan yang berasal dari temboloknya. Keistimewaan burung perkutut lokal ini berlangsung sampai anak perkutut tumbuh bulunya atau sudah mulai bisa terbang.

Perbedaan Ciri Perkutut Bangkok dan Keistimewaan Perkutut Lokal

perkutut bangkok

Perbedaan Burung Perkutut Lokal Dengan Bangkok

Sekilas, jika dilihat dari segi suara yang dihasilkan perkutut lokal semua akan sama. Baik itu dari daerah yang satu maupun daerah yang lain meski masing-masing perkutut mempunyai suara dengan ciri khasnya. Perbedaan tersebut tidak terlalu mencolok. Perkutut lokal lebih didominasi warna cokelat pada bulunya dan mempunyai ekor yang agak panjang. Terdapat garis-garis halus pada bagian lehernya. Selaput pelangi mata berwarna abu-abu sedikit kebiruan dan kaki berwarna merah jambu menjadi ciri khas dari burung perkutut lokal ini. Mirisnya, minat peternak burung perkutut lokal saat ini semakin berkurang setiap harinya. Hal ini terjadi karena yang menjadi patokan suara perkutut adalah pada suara depan, suara tengah dan suara belakangnya. Terlebih tarikkan suara depan yang lebih panjang dan kejernihan suaranya menjadi daya pikat yang lain. Oleh karena itu, pecinta burung perkutut mulai beralih pada perkutut hasil persilangan. Alasanya cukup sederhana, yaitu mendapatkan suara perkutut yang sesuai dengan apa yang diharapkan.

Perkutut Bangkok hadir menjadi jawaban sebagai indukkan untuk mendapat hasil suara yang diinginkan. Kualitas suara menjadi ciri perkutut bangkok yang lebih bisa diandalkan dari pada perkutut lokal. Walaupun secara fisik sulit membedakannya dengan perkutut lokal karena corak warna yang sangat mirip. Kehandalan dan pengaruh tangan terampil penangkar telah diakui ahli dalam hal meng-kawin-silang-kan burung perkutut.

Demikian sobat burung kicau sedikit pembahasan singkat mengenai perbedaan perkutut lokal dengan Bangkok serta perbandingan ciri khas masing-masing. Dan layak diacungkan jempol bahwa ternyata perkutut bangkok lebih berkualitas suaranya. Semoga menjadikan motivasi para penangkar tanah air untuk lebih berinovasi mengembang-biakkan keistimewaan perkutut lokal yang mampu bersaing dengan perkutut bangkok.

Semoga bermanfaat.