8 Jenis Burung Kicau Favorit dan Termahal di Indonesia

Jenis burung kicau favorit yang ada di Indonesia adalah jenis burung kecil dengan suara keras dan bervariasi. Banyak para pencinta burung yang rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk mendapatkan burung bersuara bagus dan menjadi favorit. Nah, pada kesempatan kali ini akan diberikan beberapa jenis burung kicauan yang ada di Indonesia yang paling difavoritkan banyak orang. Dalam pembahasan kali ini jenis burung yang diberikan dibagi menjadi dua, yaitu burung dengan suara emas dan burung dengan harga yang mahal.

4 Burung Kicau Favorit Bersuara Emas Di Indonesia

Burung kicau favorit yang mempunyai suara emas di Indonesia ada banyak, namun hanya akan diberikan empat burung yang masuk dalam jajaran empat besar burung yang mempunyai suara yang indah. Keempat jenis burung ini yaitu:

  1. Burung Perkutut

Burung kicauan dengan suara emas yang pertama adalah burung perkutut. Jenis burung ini sudah sangat terkenal sejak zaman dulu. Bahkan konon pada zaman dulu burung ini banyak dipelihara oleh para raja-raja yang ada di Nusantara. Keindahan burung perkutut ini adalah pada suaranya yang khas dan unik.

  1. Burung Jalak Suren

Burung kicau favorit yang mempunyai suara emas selanjutnya adalah burung jalak suren. Jalak suren ini mempunyai suara yang keras dan sangat bervariasi. Banyak sekali para pencinta burung yang memelihara burung ini untuk dijadikan lomba ataupun hanya dijadikan sebagai penjaga rumah saja.

  1. Burung Cucak Ijo

Kicauan cucak ijo yang khas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak pencinta burung. Warna bulunya yang ijo dan suaranya yang khas membuat pencinta burung terpikat untuk memilikinya.

  1. Burung Ciblek

Suara emas dari burung ciblek ini sudah sangat melegenda. Banyak kicau mp3 yang mengadaptasi dari suara burung yang satu ini. Burung ciblek memang mempunyai suara yang keras dan bervariasi, tidak salah jika suaranya banyak dijadikan mp3 dan dijadikan sebagai suar master untuk burung lainnya.

4 Burung Kicau Favorit Termahal di Indonesia

Burung kicau favorit tidak hanya mempunyai suara yang sangat merdu. Di Indonesia dikenal beberapa burung yang mempunyai harga jual yang tinggi. Burung dengan harga yang mahal ini tidak hanya dikarenakan suaranya saja tapi juga karena penampakannya yang sangat cantik. Nah, berikut ini 4 burung dengan harga yang mahal di Indonesia:

  1. Burung Kenari

Burung termahal yang pertama yaitu burung kenari. Kenari termahal saat ini harganya bisa mencapai 300 ribu rupiah untuk kenari anakan. Suara kenari yang khas dan warna bulunya yang indah membuat banyak orang ingin memeliharanya.

  1. Burung Kacer

Burung kicau favorit di Indonesia dengan harga yang cukup mahal adalah burung kacer. Kacer mempunyai suara yang khas dan merdu. Hal inilah yang membuat harganya sampai 800 ribu untuk anakannya.

  1. Burung Murai Batu

Murai batu kiamat adalah murai batu dengan harga yang cukup mahal. Jenis burung ini memang cukup sulit didapatkan. Selain itu, suaranya juga sangat merdu sehingga tidak salah jika harga jualnya cukup mahal.

  1. Burung Cucak Rowo

Burung yang menjadi favorit dan harganya cukup mahal yang terakhir adalah burung cucak rowo. Jenis burung ini mempunyai suara yang merdu dan ukuran badan yang cukup besar.

Bagaimana, apakah Anda ingin memiliki salah satu dari burung kicau favorit diatas? Nah, bagi Anda para pemula yang ingin mulai memelihara burung, sebaiknya mulailah pelihara dari burung yang masih anakan atau bahan. Merawat burung dari anakan atau bahan akan lebih mudah, hal ini dikarenakan Anda sudah mengenal karakter sang burung sejak dia masih anak-anak. Dengan begitu dalam hal perawatan akan mudah dikenali dan disesuaikan.

Jalak Alis Api, Burung Kicau Endemik Sulawesi Selatan yang Cantik dan Unik

Burung Jalak Alis Api merupakan salah satu jenis burung kicau endemik Sulawesi Selatan. Untuk Anda yang belum pernah melihat burung ini, mungkin Anda akan merasa asing. Burung ini tampak seperti burung Jalak pada umumnya, hanya saja memiliki alis berwarna merah seperti api. Oleh sebab itu, burung ini disebut sebagai burung Jalak Alis Api. Jenis burung ini merupakan jenis burung yang memiliki risiko kepunahan cukup rendah, tidak terlalu mengkhawatirkan. Nama latin burung ini yaitu Enodes Esythophris, merupakan burung endemik Sulawesi.

Sebenarnya ada 3 subspesies burung Jalak Alis Api ini, diantaranya yaitu:

  • Enodes Erythophris Rythrophris (habitatnya di Sulawesi Utara)
  • Enodes Erythrophris Centralis (habitatnya yaitu di Sulawesi Tengah, Tenggara dan Utara)
  • Enodes Erythrophris Leptorhynchus (habitatnya di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan)

Dilihat dari uraian tersebut, dapat dilihat burung kicau endemik Sulawesi Selatan yaitu burung Jalak Alis Api dengan nama latin Enodes Erythrophris Leptorhynchus. Burung Jalak Alis Api termasuk ke alam keluarga Sturnidae atau keluarga Jalak. Burung ini memiliki nafsu makan yang tinggi, atau sering disebut rakus. Jika dilihat dari nafsu makannya memang sangat mirip dengan burung Jalak pada umumnya. Karena nafsu makannya yang tinggi, burung ini juga sering membuang kotoran. Jalak Sulawesi ini dapat hidup di alam bebas seperti pegunungan, tepi hutan dan dataran rendah.

Karakteristik Burung Kicau Endemik Sulawesi Selatan

Burung Jalak Alis Api ini dapat mendiami dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 1000 hingga 1500 meter di atas permukaan laut. Ada juga beberapa di antara burung-burung tersebut yang mampu bertahan diatas 2300 meter di atas permukaan laut. Burung kicau endemik Sulawesi Selatan biasanya hidup dalam koloni yang cukup kecil. Cukup dengan pasangannya atau bertiga, namun ada pula yang hidup dalam kelompok besar. Burung endemik Sulawesi ini sering bertengger di tanaman buah. Pasalnya buah adalah pakan burung ini selain invertebrata, bahkan dapat menjadi pakan utamanya.

Harga Jalak Sulawesi tentu sangat bervariasi, untuk burung Jalak Alis Api ini tentunya tidak murah. Burung ini memang termasuk dalam keluarga Jalak namun memiliki penampilan yang cukup unik. Alisnya yang berwarna merah seperti api merupakan daya tariknya sehingga harganya tentu berbeda dengan burung Jalak pada umumnya. Burung Jalak Alis Api induk jantan dan juga betina membangun sarangnya dengan memanfaatkan lubang pohon. Lubang pohon tersebut setidaknya berada di ketinggian 4 meter dari permukaan tanah. Burung kicau endemik Sulawesi Selatan akan hidup di sangkarnya yang ada pada pohon tersebut.

Burung Jalak Alis Api betina dapat bertelur sebanyak 3 sampai 4 butir, masa pengeramannya sekitar 2 minggu atau 14 hari. Untuk mengenal burung Jalak Alis Api, ketahui karakteristiknya yang akan disampaikan berikut ini:

  • Memiliki panjang tubuh sekitar 27 sampai 28 cm.
  • Bagian samping kepalanya, yaitu pada wajah dan juga pipi berwarna hitam kelabu. Sementara bulu pada bagian bawah tubuhnya juga memiliki warna yang sama, yaitu dada, perut dan tenggorokan.
  • Bagian atas kepala burung kicau endemik Sulawesi Selatan ini berwarna oranye sedikit kemerahan. Yaitu mulai dari nares atau lubang hidung, kemudian alis mata sampai dengan tengkuk. Itulah yang menjadi ciri khas burung Jalak Alis Api, warna tersebut mirip dengan warna api.
  • Suara Jalak Sulawesi cukup nyaman didengarkan, burung ini memiliki bulu berwarna hijau pada sayapnya. Warna hijau tersebut sedikit kecokelatan sehingga sering disebut dengan hijau zaitun.
  • Pada bagian pantat burung Jalak Alis Api berwarna kuning keemasan, begitu juga bulu halus yang ada di daerah kloaka.
  • Ekor burung ini berwarna cokelat dan diselingi dengan warna kuning zaitun.
  • Kaki burung Jalak yang satu ini berwarna kuning kunyit, begitu pula dengan cakarnya. Sementara paruhnya sendiri berwarna hitam dan tampak begitu jelas.

Itulah karakteristik fisik dari burung Jalak Alis Api yang dapat dibagikan untuk Anda semua. Sekian yang dapat disampaikan, semoga ulasan mengenai burung kicau endemik Sulawesi Selatan ini dapat bermanfaat.

Burung Kicau Jalak Sutra Burung Imigran Bersuara Merdu

Burung kicau jalak sutra atau sering disebut Jalak Kapas adalah salah satu burung kicau yang ada di Indonesia. Burung yang memiliki nama latin Sturnus Sturninus ini sebenarnya bukanlah burung asli dari Indonesia. Burung jalak sutra bermigrasi dari negara China dan kaki pegunungan Himalaya dengan datang berkelompok pada bulan Oktober sampai dengan Maret tepatnya pada musim penghujan tiba.

Jalak sutra atau sering disebut jalak kapas

Jalak sutra atau sering disebut jalak kapas

Burung kicau jalak sutra yang berkelompok tersebut datang ke Indonesia menuju pulau-pulau yang hangat. Diantaranya yaitu Pulau Sumatra, Kalimantan, dan daerah tertentu di Pulau Jawa. Mereka berimigrasi karena merasa kedinginan di negara asalnya. Adapun ciri khas burung ini memiliki ekor dan punggung dengan warna gelap. Bagian kepala dan dada berwarna abu-abu dengan sayap hitam kehijauan. Sedangkan dibagian sayapnya terdapat garis berwarna putih.

Jalak sutra jantan dan betina sepintas hampir sama tetapi jika diperhatikan dengan seksama ada ciri khas yang membedakannya. Pada burung jantan terlihat hitam atau ungu mengkilat, sedangkan burung betina mempunyai bulu berwarna abu-abu dibagian punggung dan warnanya tidak mengkilap. Adapun kepala bagian belakang burung betina berwarna coklat.

Cara Merawat Burung Kicau Jalak Sutra

Meskipun jalak sutra berasal dari negara lain, namun bukan berarti Anda tidak dapat merawatnya.  Suara jalak sutra jantan yang merdu membuat banyak penghobi burung menyukainya. Namun perawatannya akan sedikit berbeda dengan burung-burung asli Indonesia, mengingat burung jalak sutra adalah burung imigran. Tetapi Anda tidak usah khawatir, karena semakin hari burung ini akan semakin terbiasa dengan lingkungan dan kultur di Indonesia, terutama menyesuaikan dengan cuaca.

Jalak kapas, jalak imigran bersuara merdu

Jalak kapas, jalak imigran bersuara merdu

Makanan burung kicau jalak sutra pun tidak jauh berbeda dengan jalak lokal yang ada di Indonesia. Adapun makanan burung-burung tersebut diantaranya yaitu cacing, serangga, kroto, voer, dan buah-buahan. Selain itu, cara memandikan burung ini tidak boleh sembarangan, karena setiap hari burung ini harus dimandikan. Cara memandikannya pun harus dengan cara disemprot. Adapun sangkarnya tidak boleh lupa untuk dibersihkan agar lebih higienis dan sehat ditempati.

Jika Anda ingin memelihara burung kicau jalak sutra ini, untuk mendapatkannya Anda bisa datang ke pasar-pasar burung pada bulan Oktober-Maret saja. Di luar bulan tersebut, maka burung ini akan sulit ditemukan karena waktu bermigrasinya hanya pada bulan Oktober-Maret. Anda pun dapat menemukan burung ini dalam jumlah yang banyak. Meskipun sama berasal dari keluarga jalak-jalakan, namun burung ini lebih kecil dibandingkan anggota keluarga jalak lainnya. Bahkan ketika dewasa, panjang burung ini hanya 18 cm.

Penghobi burung jalak umumnya sudah bersiap-siap sejak bulan Oktober. Bagi Anda yang ingin memelihara burung ini, jangan kaget jika mendapati burung ini cukup rakus. Bahkan saking rakusnya, Anda harus sering-sering membersihkan kandang karena mendapati makanan yang diberikan dalam keadaan berantakan. Untuk itulah Anda disarankan sering-sering membersihkan kandang jika memelihara burung kicau jalak sutra ini.

Pada dasarnya, burung jalak sutra adalah burung yang pandai menirukan suara burung-burung lain. Namun dalam pemeliharaan harus telaten dan ekstra sabar. Jika ingin merangsang suara burung ini cepat keluar, maka berilah ia teman. Anda bisa memelihara banyak burung jalak sutra, karena di alam liar ia hidup secara berkelompok dengan bersahut-sahutan. Pada burung kicau jalak sutra yang masih muda, mungkin ia belum begitu mau mengeluarkan suaranya. Namun jika Anda sudah berhasil membuatnya bersuara, maka ia akan berkicau tanpa heti. Suaranya mirip dengan burung pleci namun ia bisa secerewet burung jalak kerbau sebagai salah satu keluarga burung jalak-jalakan.

Ini Dia Burung Kicau Jenis Baru yang Wajib Anda Tahu

Burung kini sudah menjadi komoditas dagang yang menguntungkan seiring semakin banyaknya pecinta burung, terutama di kalangan anak muda. Mereka saling berlomba memelihara burung, baik untuk dijadikan penyejuk telinga di rumah ataupun memang sengaja diadukan dalam pertandingan kicau burung. Nah, ngomong-ngomong soal burung kicau, ada berbagai jenis yang bisa Anda pelihara. Bahkan spesies burung kicau jenis baru pun bermunculan. Keberadaan mereka memang sengaja diteliti oleh para ilmuwan. Uniknya salah satu spesies tersebut juga berasal dari Indonesia.

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk burung kicau jenis baru. Sebelumnya, sudah ada banyak jenis burung kicau merdu yang dipelihara masyarakat umum. Seperti cucak rowo, pendet, lovebird, jalak dan sebagainya. Mereka termasuk jenis burung yang banyak dipelihara dan dimanfaatkan dalam pertandingan kicau burung. Kemunculan spesies baru ini pun menambah khasanah dunia hewan di dunia dan membuka mata masyarakat dunia bahwa ala mini begitu luas dengan beragam hewan yang indah.

Burung adalah hewan yang begitu indah dipandang dan merdu untuk didengarkan suaranya. Bagi Anda pecinta burung, perlu Anda ketahui beberapa burung kicau jenis baru sebagai wawasan. Beberapa diantaranya langka sehingga tidak bisa dipelihara begitu saja.

  1. Sikatan Sulawesi (Muschicpa Shodi)

Burung Sikatan, Si Mastering Murai Batu Yang Berumur Pendek

burung sikatan

Tadi kita sempat menyinggung tentang jenis burung kicau ukuran kecil baru dari Indonesia. Inilah Sikatan Sulawesi. Ukurannya begitu mungil, yakni hanya 12-14 cm dengan berat  12,5 gr. Sejak kemunculannya pertama kali di Sulawesi, burung ini diperkirakan merupakan jenis burung sikatan sebelumnya yaitu sikatan burik. Namun setelah diadakan penelitian, ternyata burung ini merupakan jenis baru. Warnanya kecokelatan pada bagian atas dan putih dengan bercak abu-abu pada tubuhnya.

  1. The Criptic Treehunter

Burung kicau jenis baru yang satu ini berasal dari seberang benua, Amerika, tepatnya Brazil. Burung yang satu ini terbilang besar ukurannya dengan panjang tubuh 22 cm, ukuran ekornya lebih dari sepertiga panjang tubuhnya dan beratnya mencapai 48 gr. Criptic Treehunter merupakan jenis burung kicau langka karena hanya ditemukan di dua wilayah di Brazil sehingga burung ini dilindungi. Semakin hari burung yang satu ini semakin langka dan jumlahnya menjadi semakin sedikit.

  1. Bahian Mouse Colored Topoculo dari Brazil

 

The Cryptic Treehunter

The Cryptic Treehunter

Sebuah temuan spesies baru ditemukan di Mata Atlantic Brazil. Burung tersebut merupakan burung yang langka dan bahkan terancam punah. Burung kicau yang satu ini teramat sangat langka sehingga tak bisa dipelihara. Lagi pula Anda hanya bisa menemukannya di Brazil. Ia memiliki ukuran panjang 12 cm dengan berat 15 gr. Anda akan sulit melihatnya karena ia hidup dengan bersembunyi di hutan yang masih gelap dan rapat. Warna burungnya pun unik, mirip warna bulu tikus.

  1. Wakatobi Flowerpacker

Satu lagi burung kicau jenis baru dari Indonesia, Wakatobi Flowerpacker.  Lagi-lagi Sulawesi menyimpan kekayaan alam yang luar biasa dengan menghadirkan spesies baru. Mulanya spesies yang satu ini diperkirakan hasil kawin silang dengan kerabat dekatnya. Namun ternyata tidak. Hingga saat ini spesies tersebut diyakini oleh para peneliti merupakan spesies endemik Wakatobi. Kita patut bersyukur hidup di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati.

  1. Elachuridae

Spesies yang satu ini merupakan spesies baru yang banyak ditemukan di Nepal, India, China, Bangladesh, Vietnam, Laos, Myanmar, Butan. Sehingga tak heran jika mereka memiliki julukan keluarga baru burung Asia. Burung tersebut merupakan burung penyendiri sehingga masyarakat sekitar jarang melihat sosoknya tapi sering mendengar suaranya.

Menarik bukan burung kicau jenis baru yang telah dipaparkan di atas. Brazil dan Indonesia memang dikenal sebagai wilayah yang banyak didiami spesies burung langka, khususnya Sulawesi untuk wilayah Indonesia.

Semoga bermanfaat.